BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Allah menciptakan manusia sebagai khalifah dimuka bumi untuk mengabdi kepada-nya, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi:
Artinya:“Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi”…….(QS. Al-Baqarah, 2:30) (Depag RI, 1971:13)
Melalui pendidikan, Supaya manusia dapat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala laranga-Nya. Agar kelak hidup bahagia dan mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. Sebagaimana pendapat Mariba (1964:191) mendifinisikan. Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani siterdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
Rumusan diatas sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia no. 2 Tahun 1989, antara lain: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang”.
Sebagai suatu sistem, pendidikan nasional mempunyai tujuan yang jelas, seperti dicantumkan pada Undang-Undang pendidikan bahwa pendidikan nasional bertujuan sebagai berikut:
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan pada bentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan ke0hidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab” (UUSPN NO. 20 2003).
Sedangkan menurut Tafsir (2003: 6) bahwa pendidikan usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Usaha meningkatkan berarti mencakup pendidikan oleh diri sendiri, lingkungan dan orang lain dan seluruh aspek mencakup diri jasmani, akal dan hati. Dalam peristilahan Bloom menggunakan aspek kognitif, apektif, dan psikomotor. Dengan demikian pendidikan merupakan upaya mendewasakan diri dalam berbagai aspek, yakni: aspek biologis, psikologis, pendagogis ataupun sosiologis, sehingga mampu untuk mengaktualisasikan dirinya dalam masyarakat dan berneg0ara. Hal ini membuktikan bahwa pihak keluarga, sekolah dan masyarakat memegang peranan yang sangat penting, ketiga lingkungan tersebut akan bermuara pada pola umum kegiatan belajar mengajar yang dilakukan antara guru dan murid, yang kegiatannya terdapat sebuah aturan yang yang harus dilaksanakan oleh siswa, yang disebut dengan tatatertib siswa disekolah.
Muhammad Baqir Hujjati,2003:224) mengungkapakan diantara nilai-nilai moral yang harus dimiliki anak adalah meamtuhi dan mentaati sebuah perintah. Lebih lanjut Muhammad Baqir Hujjati menehjelaskan.
"Islam menetapkan suatu syariat agar manusia taat dan patuh pada yang lain. Sebab, kebaikan dan kebahagiaan suatu masyarakat amat tergantung adanya saling kerjasama. Berbagai kepentingan dan keperluan anak murid dipenuhi oleh para walinya, yaitu guru-gurunya. Sebab, para guru memeiliki pengetahuan dan pandangan yang luas; benar-benar mengetahui syari’at dan aturan kehidupan, dan Pendidikan tak dapat dilaksanakan melainkan dengan pengajaran dan doktrin para guru terhadap para murid-muridnya. Dan doktrin ini berkaitan erat dengan ketaatan dan kepatuhan murid kepada gurunya”
Adapun yang dimaksud dengan ketaatan kepatuhan seseorang terhadap aturan yang di berlakukan pada sebuah lembaga masyarakat baik sekolah dan lain-lain Orang telah melaksanakan aturan berarti telah melaksanakan atuaran yang berlaku pada sebuah sekolah.
Sedangkan sekolah adalah sebuah lembaga formal sebagai satu organisasi, yaitu terikat pada tata aturan formal, berprogram atau bersasaran yang jelas seta memiliki struktur kepemimpinan penyelenggaraan atau pengolahan yang pasti. (Madiyo Ekosusilo dan RB Kasihadi,1985:26)
Sedangkan yang di maksud tata aturan atau tatatertib adalah sebagai sarana untuk membentuk kehidupan yang didasari oelh ide-ide tertentu. Tatatertib juga sebagai medium bagi proses Pendidikan. (Ali Alqadumi 2005:236) . dalam kaitanya dengan sekolah tata tertib sarana yang terbentuk berdasarkan ide-ide yang kompeten dalam sekolah atau Pendidikan yang fungsinya sebagai alat bagi proses Pendidikan siswa untuk meraih cita-citanya.
Oleh karena itu dalam peranannya sekolah dituntut tanggap dan fungsional terhadap kelangsungan dan perkembangan masyarakat dan lingkungannya. Dengan membuat sebuah tata tertib sekolah yang berlaku bagi siswa sebagai orang yang sedang dibentuk baik dari segi fisik maupun psikis, dengan membuat sebuah tata tertib yang harus ditaati dan dilaksanakan.
Setelah siswa mentaati atau tidak mentaati tatatertib sekolah akan mendapat sebuah hasil belajar atau prestasi sebagai balasan atas apa yang telah diperbuatnya tatakala dia menjadi siswa pada sebuah lembaga Pendidikan atau sekolah.
Prestasi tercemin kedalam tiga ranah yaitu Apektif, ranah kognitif, dan psikomotor. Ranah kognitif ranah yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum dan tes. Enam aspek dalam ranah kognitif yaitu: pengetahuan, ingatan, penerapan, Analisis dan sintesis. (Muhibiun Syah 2003:150-151)
MTs Al-Ishlah Kadugede salah satu sekolah yang berada di kecamatan Cihara, lebak dan pendidikan yang berperan dalam pendidikan dasar yang mempunyai tanggung jawab atas Pendidikan siswa, sehingga dalam perannya terdapat sebuah tata tertib yang harus dilasanakan oleh siswanya,tidak hanya untuk menempuh belajar yang berhasil, kegiatan tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa MTs Al-Ishlah Kadugede, Cihara, Lebak. tujuan untuk berperan aktif dalam menyampaikan pengarahan kepada siswanya mematuhi tata tertib yang berlaku dan cara-cara adalah siswa dapat berprilaku sesuai dengan tatatertib sekolah didalam mengikuti belajar, terutama pada pelajaran Akidah Akhlak.
Namun pada kenyataanya, menurut keterangan kepala sekolah dan guru masih ada sebagaian siswa yang datang terlambat kira-kira 4%, penentuan seragam tidak dipatuhi kira-kira 5% , pakaian tidak dimasukan dan rapi 7% dan masih ada siswa yang bolos kira-kira 2,5%. Artinya siswa tidak mengikuti tata tertib yang berlaku. Sehigga prestasi yang diraihnya bervariasi ada yang mendapat nilai ang tinggi dan ada yang mendapat nilai yang rendah.
Dari fenomena diatas, menujukan adanya kesenjangan antara sikap positif yaitu ketaatan terhadap tata tertib sekolah upaya pengarahan pembinaan setiap guru masuk, yang berorientasi pada penanaman ketaatan pada diri siswa dengan masih adanya prilaku yang kurang baik. Dalam hal ini timbul permasalahan bagaimana ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah? Bagaimana prestasi belajar mereka dalam mata pelajaran akidah akhlak? Dan adakah hubungannya antara ketaatan siswa terhadap tatatertib sekolah dengan prestasi belajar mereka dalam mata pelajaran akidah akhlak?.
Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut, penulis sangat tertarik untuk meneliti dalam sebuah skripsi yang berjudul :
KETAATAN SISWA TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI AKIDAH AKHLAK. (Penelitian di MTs Al-Islah Kadugede, Cihara, Lebak, Banten) .
B. Perumusan masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah di MTs Al-Ishlah Kadugede, Cihara , Lebak, Banten?
2. Bagaimana prestasi belajar belajar siswa terhadap belajar pada mata pelajaran akidah lkhlak di MTs Al-Ishlah Kadugede, Cihara, Labak, Banten?
3. Adakah hubungan antara ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah dengan prestasi belajar mereka dalam mata pelajaran akidah akhlak di MTs AL-Ishlah Kadugede, Cihara, Lebak, Banten?
C. Tujuan penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai pada hasil penelitian dilapangan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah di MTs Al-Ishlah Kadugede, Cihara, Lebak, Banten?
2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah akhlak di MTs Al-Ishlah Kadugede, Cihara, Lebak, Banten.
3. Untuk mengetahui hubungan antara ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah pengaruhnya terhadap terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah akhlak di MTs Al-Ishlah.
D. Kegunaan Penelitian
a) Secara teoritik
Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dilingkungan akademik, khususnya lingkuangan STAI Wasilatulfalah Rangkasbitung. Berguna bagi pengembangan wawasan konseptual antara ketaatan siswa terhadap tatatertib sekolah hubungannya dengan prestasi mata pelajaran akidah akhlak di MTs Al-Ishlah Kadugede, Desa Mekarsari, Cihara, lebak, Banten.
b) Secara Praktik
Secara peraktik penelitian ini diharapkan bisa mengetahui masalah-masalah yang di teliti, sesuai dengan perumusan masalah diatas, yakni :
1. Untuk mengetahui ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah di MTs Al-Ishlah Kadugede, Cihara, Lebak, Banten
2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah akhlak di MTs Al-Ishlah Kadugede, Cihara, Lebak, Banten.
3. Untuk mengetahui hubungan antara ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah pengaruhnya terhadap terhadap prestasi belajar mereka dalam mata pelajaran Akidah akhlak di MTs Al-Ishlah.
E. Lokasi dan lama penelitian
a) Lokasi Penelitian
1. Letak geografis dan sejarah singkat MTS Al-Ishlah Kaduggede-Banten
Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Kadugede didirikan tanggal 12 Juni 2000 dengan status terdaftar yang di pimpin oleh Ust. Kasiman. Berdirinya MTs Al-Ishlah Kadugede ini, karena adanya dorongan yang sangat kuat dari masyarakat sekitar, yang kondisinya pada saat itu para anak-anak mereka, jika ingin menerukan ke SLTP yang sangat jauh. Maka dari dorongan tersebut menjadi keinginan yang kuat, yang pada akhirnya memperetemukan antara masyarakat dengan seorang mukallaf muslim asal Australia yaitu Bapak Lukman Hakim Lendi, sebagai ketua JIMS, dan pemimpi pondok pesantren Alishlah , Kananga Menes, Pandeglang. Yang akirnya didiraikanlah Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Kadugede Panggarangan Lebak Banten. Atas binaan JIMS.
Adapun lokasi Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah terletek Kampung Kadugede Rt. 05/04, Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Propinsi, Banten.
2. Keadaan Guru dan jenjang pendidikanya
Berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara dari penelitian awal dengan Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, Sekertaris, dan guru BP pada tahun ajaran 2006/2007 memiliki guru, dan karyawan kantor sebanyak 20 orang, semuanya guru tidak tetap.
3. Keadaan siswa/siswi MTs Al-Ishlah Kadugede
Berdasarkan data yang ada di MTs Al-Ishlah Kadugede tahun 2006/2007 memiliki murid sebanyak 200 orang dengan rincian, kelas satu sebanyak 63 orang, kelas dua sebanyak 67 orang dan kelas tiga sebanyak 70 orang. Para siswa yang masukkebanyakan dari SDN sdekitar wilayah desa Mekar sari dan desa Cidahu dan status keluarganya 75% dari kalangan petani dan 25 % dari berbagai kalangan pegawai negri , wira swasta dan lain-lain.
b) Lama Penelitian
Penelitian ini, dari rencana yang di programkan membutuhkan waktu 6 (enam) bulan dari penelitian persiapan sampai akhir penelitian dapun rincianya sebagai berikut:\
JADWAL PROGRAM PENELITIAN
(Penelitian terhadap siswa/siswi MTs Al-Ishlah Kadugede, Lebak, Banten)
No JENIS BULAN
KEGIATAN Juni Juli Agustus Septmber Nopenber Desember
1 2 3 4 5 6 7 8
Penelitian awal
X S
1 2 3 4 5 6 7 8
2. Persiapan landasan
Teoritis, yang relepan
X
3. Penelitan terhadap kepala sekolah , guru.
X
4. Penelitian pada siswa/siswi
X
X
5. Pengolahan data X X
Kegunaan Penelitian
c) Secara teoritik
Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dilingkungan akademik, khususnya lingkuangan STAI Wasilatulfalah Rangkasbitung. Berguna bagi pengembangan wawasan konseptual antara sikap siswa pada pengarahan Pembina upacara dalam upacara hari senin pengaruhnya terhadap disiplin mereka dalam mengikuti proses belajar mengajar mata pelajaran akidah akhlak di ???????
d) Secara Praktik
Secara peraktik penelitian ini diharapkan bisa mengetahui masalah-masalah yang di teliti, sesuai dengan perumusan masalah diatas, yakni :
Lokasi dan lama penelitian
c) Lokasi Penelitian
Letak geografis dan sejarah singkat
1. Keadaan Guru dan jenjang pendidikanya
2. Keadaan siswa/siswi
d) Lama Penelitian
Penelitian ini, dari rencana yang di programkan membutuhkan waktu 6 (enam) bulan dari penelitian persiapan sampai akhir penelitian dapun rincianya sebagai berikut:
JADWAL PROGRAM PENELITIAN
(Penelitian terhadap siswa/siswi MTs Al-Ishlah Kadugede, Lebak, Banten)
No JENIS B U L A N
KEGIATAN Januari Pebruari Maret April Mei Juni
1 2 3 4 5 6 7 8
1
Penelitian awal X
2. Persiapan landasan
Teoritis, yang relepan
X
3. Penelitan terhadap kepala sekolah , guru.
X
4. Penelitian pada siswa/siswi
X
X
5. Pengolahan data X X
Tidak ada komentar:
Posting Komentar