BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode deskriftif dengan alat analisis korelasioner. Penggunaan metode deskriftif dipandang tepat karena ciri-ciri dari metode tersebut terpenuhi. Metode deskriftif adalah suatu metode penelitian yang berguna untuk memecahkan atau menjawab persoalan yang sedang berlangsung pada masa sekarang (aktual), dengan ciri-ciri antara lain mengumpulkan data analisis data dari hasil analisis (Winarno Surakhmad, 1990:139).
Adapun tehnik pengumpilan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, angket dan tes.
B. Populasi dan Sampel penelitian
Populasi adalah kesuluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya maka penelitian populasi atau stadi sensus (Suharsimi Arikunto, 1993:102). Sedangkan menurut Sujana (1992:6), bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil perhitungan atu mengukur, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.
Berdasarkan uraian diatas, maka akan dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga Madrasah Tsanawiyah Al-Ishlah Kadugede Lebak yang berjumlah 200 orang, yang terbagi kedalam enam kelas. Adapun untuk penarikan sampelnya mengacu kepada Suharsimi Arikunto (1993:107). Yaitu: untuk sekedar ancer-ancer apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika subjeknya besar dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis mengambil sampel sebanyak 30% sebagai sampelnya dengan perhitungan (30 X 200): 100 = 60. sedangkan tekhnik atau cara pengambilan atau pemilihan sample dengan jalan random, sembarang tanpa pilih bulu. Dalam sampling random ini setiap anggota dari populasi mempunyai kemungkinan dan kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel (Kartini Kartono, 1990:137). Karena populasi yang diambil penulis berasal dari kelas I, II. Dan III, maka tekhnik penarikannya akan dilakukan secara acak dengan memperhatikan setiap kelas secara rinci. Untuk lebih jelasnya dari tabel dibawah ini:
TABEL 6
POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN
SISWA KELAS I, II DAN III MTs AL-ISHLAH KADUGEDE-LEBAK
NO
Kelas Populasi Sampel
L P JML L P JML
1. I - 1 18 14 32 6 4 10
2. I – 2 16 15 31 5 4 9
3. II – 1 15 18 33 4 6 10
4. II - 2 18 16 34 6 5 11
5. III - 1 13 15 28 3 4 7
6. III - 2 22 20 42 7 6 13
JUMLAH 102 98 200 31 29 60
C. Tekhnik Pengumpulan Data
Adapun tehnik pengumpilan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan angket.
a. Observasi
Observasi adalah memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata (Suharsimi Arikunto, 1993:128). Sedangkan menurut Winarno Surakhmad (1990:162), observasi adalah tehnik pengumpulan data dimana penyelidik mengadakan penyelidikan, pengamatan lamgsumg terhadap gejala-gejala subjek yang di selidiki . tehnik ini dimaksudkan untuk mengumpulkan impormasi dan data faktual tentang ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah, pada kelas satu, kelas dua dan kelas tiga.
b. Wawancara
Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara (Arikunto, 1996:44). Tehnik ini digunakan untuk mengangkat data yang tidak tergali oleh tehnik observasi diatas.
c. Angket
Angket merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto, 1993:124). Melalui tehnik ini, diharapkan segala persoalan yang berhubungan dengan ketaatan siswa terhadap tatatertib sekolah dengan prestasi dalam mata pelajaran akidah akhlak akan terkumpul dan menjadi data utama secara sistemmatis, logis, dan konkrit. Dengan pertanyaan yang singkat dan terbatas, diharapkan responden dalam hal ini siswa akan memberikan jawaban apa adanya. Dalam arti apa yang dialami, dirasakan, serta menjadi kebiasaan dirinya terhadap ketaatan siswa terhadap tata tertib sekolah dengan prestasi dalam mata pelajaran akidah akhlak, itulah yang harus terungkap, agar data yang terkumpul sebagi mana yang diperlukan.
Jenis angket yang digunakan untuk mengangkat data kedua variabel diatas, berdasarkan atas skala penilaian dengan lima alternatip jawaban. Dilihat dari tekhnik pensekorannya , dari alternatif jawaban itu di uraikan mulai dari kemungkinan tertinggi sampai kemungkinan terrendah. Pada hihak lain akan dipertimbangkan pula item angket yang fositif dengan negative. Untuk memberi skor tiap alternatif (Wayan Nurkanccana dan P.P.N. Sunarta, 1983:265) memberikan batasan sebagai berikut:
“Untuk statement yang fositif pilihan sangat setuju skornya 5, setuju skornya 4, tidak tentu skornya 3, tidak stuju skornya 2, dan sangat tidak setuju skornya 1. untuk statement negative system penskoranya sebaliknya. Sangat tidak setuju skornya 1, stuju skornya 2, tidak tentu 3, tidak setuju 4, dan sangat tidak setuju skornya 5, skor tersebut kemudian dialihkan dengan bobot (weight) tiap-tiap item”.
d. Stadi kepustakaan
Untuk menujang dan memperkuat hasil penelitian dipergunakan buku-buku dan bahan-bahan yang ada hubunganya dengan permasalahan yang diteliti. Menurut Wunarno Surakhmad (1990:41), bahwa rencana-rencana penelitian banyak mengalami kegagalan karena tidak dapat terlaksana, disebabkan kurangnya fasilitas untuk pelakasanaan itu. Oleh karena itu, untuk memperoleh teori-teori atau informasi-informasi yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, penulis mencari mendaya gunakan informasi yang terdapat dalam buku-buku, diktat-diktat dan sumber-sumber lainya.
e. Tes
Dalam pembuatan tes ini akan menggambarkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah akhlak, pada ranah kognitif, yang meliputi pengetahuan, pemahaman dan aplikasi. Tes ini dibentuk dalam dalam bentuk pertanyaan dengan lima alternatif jawaban, yaitu a, b, c, d, dan e. adapun pensekorannya adalah jika responden menjawab benar maka diberi nilai lima dan jika salah diberi nilai 0.
D. Tekhnik Analisis Data
1. Analisis Variabel X danY
Analisis ini dimaksudkan untuk menguji dan menghitung variabel X dan variabel Y, secara terpisah. Alat analisisnya yang pokok digunkan adalah perhitungan tendensi sentral, yang meliputi mean, median dan modus dengan uji normalis. Untuk-rumus yang digunankan sebagai berikut:
1) Analisis variabel X
a. Klasifikasi rata-rata per-indikator adalah sebagai berikut:
variabel X Variabel Y
4,5 – 5,5 = sangat tinggi 80 – 100 sangat tinggi
3,5 – 4,5 = tinggi 70 – 79 baik
1,5 – 2,5 = rendah 60 – 69 cukup
2,5 – 3,5 = sedang 50 – 59 kurang
0,5 – 1,5 = gagal 0 – 49 gagal (Arikunto 2002 : 253)
b. Tendensi sentral
1. Menentukan rentang (R) dengan rumus:
R = data terbesar – data terkecil + 1 (Sujana, 2002:46)
2. Menentukan kelas interval (K) dengan rumus :
K = 1 + (3,3) log n (Sujana, 2002:46)
3. Menentukan panjang kelas interval ( P )
P = R : K (Sujana, 2002:67)
4. Membuat tabel ditribusi frekuensi
5. menentukan mean (M)dengan rumus:
1
6. Menentukan (Md) dengan rumus:
Md=LL
7. Menntukan modus (M0) dengan rumus:
Mo=3Md-2M
c. Uji normalis
1. Membuat tabel distribusi frekuensi
2. Menghitung standard deviasi (SD) dengan rumus:
SD
3. Membuat daftar ditribusi frekuensi observasi dan ekpektasi dengan menghitung 2 skor, 2 daftar, dan Ei untuk variabel x dan Y dengan ketentuan :
Z skor
E = L x n, Oi= fi
4. Mencari nilai chi kuadrat dengan rumus:
(Sudjana, 2002:273)
5. Mencari derajat kebebasan dengan rumus:
d.b=k-3 (Endi nugraha 1993:15)
6. Menentukan X2 daftar dengan tarap signifikasi 5%
7. Pengujian normalis dengan ketentuan :
Frekuensni itu normal jika hitung < daftar.
Dan jika hitung > daftar, maka data yang diteliti berditribusi tidak normal
d. Kualifikasi variabel X
Hasil analisis akan ditafsirkan dengan menggunakan kualifikasi kataegori rata-rata seperti perindikator.
2) Analisis variabel Y
Analisis pada variabel ini langkah-langkahnya sama seperti pada variabel Y.
3) Analisis korelasi
Tahapan ini yaitu analisis terhadap data yang telah dianalisis secara satu persatu baik variablel X maupun variabel Y yang telah diketahui kenormarmalannya, adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagi berikut:
1. Menguji linenearis regresi, dengan rumus persamaan dalam prestasi pelajaran akidah akhlak a dan b:
a.
b. (Sujana, 2002:315)
c. Uji Linearis,
2. Menguji korelasi
Menguji korelasi dengan rumus, yang digunakan adalah product moment:
Rxy
3. Uji pengaruh antara variabel X dan variabel Y, dengan terlebih dahulu akan dihitung derajat ada tidak adanya korelasi, sebagai berikut : K = l – r2
Selanjutnya untuk menghitung tinggi rendahnya pengaruh antara kedua variabel dengan menggunakan rumus :
E = 100 ( 1 - ) yang berarti
E = indek prestasi ramalan
100= sesratus persen
I = angka konstan
K = derajat tidak adanya korelasi (a. Hasan gaos, 1983:177)
4. Uji Linearis, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan Jumlah kuadrat regresi
JKa
b. Menetukan jumlah kuadrat regresi
JKb
c. Menetukan jumlah kuadrat residu
JKr=Y2-Jkb/a-jkb/a
d. Menetukan jumlah kuadrat kekeliruan
-
e. Menentukan jumlah kuadrat ketidakcocokan
JKtc = JKr - JKkk
f. Menetukan derajat kebebasan kekeliruan
Dbkk = n - k
g. Menentukan derajat kebebasan ketidakcocokan
dbtc = k - 2
h. Menentukan rata-rata ketidakcocokan
RKkk = JKkk : dbkk
i. Menentukan rata-rata ketidakcocokan
RKtc = JKtc : dbtc
j. Menentukan nilai flc
Flc = RKtc : RKkk
k. Menentukan Nilai F tabel pada tarap signifikasi 5%
Dengan db + ( dbtc / db)
l. Membandingkan ftc debfab F tabel. Data tergolong memeliki regresi linear jika terbukti lebih kecil dari f pada taraf sisgnifikasi 5%
Tidak ada komentar:
Posting Komentar